doni setyawanAyo tembak saja mbak-mbak gemes itu, ngapain nunggu waktu lama-lama. Kalau kamu suka sama ia, langsung nyatakan saja nggak usah berbelit-belit. Kalau suka ya katakana suka, kalau cinta katakan cinta, kalau rindu katakan rindu, nggak usah berbelit-belit kayak kamu politikus saja. Segera nyatakan cinta ke-ia, jangan terlalu lama kamu membuatnya menunggu. Nanti lama-lama kamu kesalip orang lain baru tahu rasa, pemenang itu bukan siapa yang lebih dahulu start awal akan tetapi siapa yang lebih dahulu sampai garis finis. Masalah diterima atau tidak itu pikir nanti, yang penting langsung tembak saja, mbok menowo nanti diterima kan ya malah alhamdulilah. Kalau ditolak ya sudah cari yang lain. Entah itu culan tunggal, calon ganda, nggak masalah, yang penting kan ada yang dipilih.

Itu sekilas nasehat temanku kemarin, Yanindra. Teman akrabku itu bilang seperti itu dikarenakan merasa iba terhadap nasibku selama ini. Ya sebagai manusia yang pendiam dengan ketampanan yang tidak seberapa, bukan hal yang mudah untukku mendapatkan. Kekayaan yang dimiliki keluargaku juga nggak seberapa, jangankan untuk mencukupi tujuh turunan, lha wong untuk makan besok saja masih mikir-mikir kok. Mau utang??? Wuah amit-amit itu Yanindra, negara kita itu sudah banyak utang, mosok kita mau nirunya. Kalau bisa hidup ya mandiri, sesuai ajaran Bung Karno, berdikari yakni berdiri dikaki sendiri. Jangan seperti para politikus itu Yanindra, berdiri di dua kaki yang berbeda, kadang berdiri dipihak rakyat dan kadang dipihak pejabat. Ya tahu sendiri, Yanindra, mana yang menguntungkan itulah yang dibela.

Wanita yang dimaksud untuk ditembak itu mbak-mbak gemes yang ku kenal beberapa hari yang lalu, Yanindra. Saat aku mengikuti secara tidak langsung acara muktamar Muhammadiyah yang ke-47 di Makasar. Kalau kamu mesti mengikuti Muktamar NU yang ke-33 itu kan, Yanindra??? Nggak apa-apa kok, ikut ini ikut itu, nggak masalah yang penting tetap menjaga kesatuan nasional Indonesia. Wong mbah Dahlan dan mbah Asyari saja akur kok Yanindra. Hussss Dahlan ini bukan menteri yang dijadikan tersangka kasus korupsi, dan Asyari ini bukan anggota teroris yang menggemparkan Indonesia. Dahlan di sini adalah Ahmad Dahlan pendiri dari Muhammadiyah, dan Asyari itu adalah Hasyim Ansyari pendiri dari Nadhatul Ulama.

Seperti yang lalu-lalu Yanindra. Temanku menyadari kalau aku bukanlah lelaki yang gentle mengumbarkan perasaan cinta kepada setiap wanita. Lidahku tidak selincah Bung Karno yang dengan mudah mengeluarkan kata-kata cinta yang membuat banyak wanita tergoda. Kalau nggak salah menurut buku yang aku baca total istri Bung Karno itu sembilan, Yanindra. Sembilan??? Jangan kaget seperti itu, Yanindra. Bom atom saja juga ada kaitannya dengan angka sembilan lho. Bom atom yang dijatuhkan di kota Nagasaki itu bertepatan tanggal 9 Agustus 1945. Kalau mau diotak-atik lebih dalam, kemerdekaan Indonesia itu secara penanggalan Islam, juga tanggal sembilan kok, yakni hari Jumat tanggal 9 Ramadhan.

Calonnya tungggal nggak masalah, Yanindra. Kalau calonnya sembilankan aku memilihnya juga pusing sembilan keliling. Apa itu tidak demokrastis??? Yo menurutku demokratis, Yanindra. itu kan yang memilih kita kita sendiri, bukan orang lain. Kalau nggak mau calon tunggal, kenapa yang lain nggak mendaftar. Berarti mereka kan nggak mau dipilih Yanindra. Kan nanti ya ujung-ujungnya hanya satu yang jadi pasangan hidup, Yanindra. Satu untuk selamanya, seperti pohon pisang yang hanya berbuah sekali.

Calon tunggal malah menghemat anggaran kan Yanindra. Tidak perlu kertas yang lebar, terus kemudian pemilihannya hanya terjadi satu putaran saja. Yang ditakutkan nanti kalau tiba-tiba nggak ada yang milih, atau yang milih lebih banyak bambu kosong dari pada foto calon, nanti kan nggak punya pemimpin. Kalau ada calon yang lain kan kita bisa mengalihkan pilihan ke calon lainnya. Kalau memang nggak ada kan yo mudah saja, presiden tinggal membuat peraturan pemerintah atau undang-undang atau entah apa saja, yang menetapkan calon tunggal itu yang menang. Yang pentingkan prosesnya sudah ada, entah hasil akhir bagaimana kan tinggal rakyat yang menentukan.

Calon tunggal sebenarnya nggak masalah, Yanindra. Lha wong mbak-mbak gemes itu juga baik, cantik, dan juga pinter. Apalagi itu lho Yanindra, mata dan bibirnya yang membuat laki-laki yang memandangnya langsung makjlep jatuh hati padanya. Menurutku nggak ada calon lain ya soalnya yang lain sudah pikir-pikir, Yanindra. Mereka sudah mengkalkulasi antara berapa peluang menang dan kalah. Setelah hasil keluar dan menunjukan mereka bakal kalah, mereka yang lebih baik nggak mendaftar, daripada nanti keluar biaya banyak untuk mempercantik diri hinggga untuk kampanye kan percuma. Jadi yo wajar saja kalau nggak ada yang mendaftar dan hanya calon tunggal.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s