fidel_castroKuba merupakan salah satu negara kecil yang terletak di benua Amerika. Negara Kuba mulai terkenal di dunia disebabkan penjelajahan Spanyol yang sampai ke pulau tersebut, yaitu Christopher Columbus (1492). Oleh karena itu Kuba menjadi salah satu negara yang dijajah oleh Spanyol. Kuba meraih kemerdekaan (1898) setelah terjadi pertempuran 3 tahun yang melibatkan Spanyol dengan Kuba dan Amerika Serikat (AS). Namun kemerdekaan resmi Kuba terjadi pada tahun 1902, meski dengan adanya amandemen plaat yang memberikan kebebasan bagi negara AS. Mulai sejak itu kemudian pengaruh AS mulai tertanam di Kuba. Kuba yang terletak di kawasan karibia merupakan tempat penting bagi strategi pertahanan AS. Selain itu secara ekonomi, Kuba merupakan pemasok gula yang besar bagi AS. Oleh karena itu untuk mengamankan daerah benua Amerika dari bangsa lain, maka AS mengeluarkan yang namanya doctrin Monroe (1823) yang pada intinya AS menolak pengaruh asing di kawasan benua Amerika. Slogannya adalah Amerika for Amerika. Sedangkan khusus dengan negara Kuba, AS mengikat perjanjian yang bernama Amandemen Platt yang berisi kewajiban kuba kepada AS antara lain:

  1. Kuba tidak boleh mengadakan perjanjian internasional apa pun yang dapat mengurangi kemerdekaan
  2. Kewajiban menjual dan menyewakan tanah kepada AS, seperti contoh AS menyewa teluk Guantanamo sebagai pangkalan militernya.
  3. Pemerintah Kuba sepakat untuk memperkenankan AS memperoleh hak untuk melakukan intervensi untuk melindungi kemerdekaan Kuba

Pada masa Fulgencio Batista, pengaruh AS semakin kuat di Kuba. Pemerintahan Batista adalah pemerintahan militer yang sangat otoriter. Bantuan militer yang diberikan AS, digunakan untuk menindas rakyat Kuba. Selain hal itu, hal ini sangat menguntungkan bagi AS. Rakyat Kuba mulai tergerak untuk menentang kekuasaan rezim Batista yang dibantu AS. Gerakan rakyat berupa demontrasi menuntut penghapusan asing. Salah satu organsisasi yang menuntut adadalah aktivis dari Havana yang dipimpin oleh Fidel Castro.

Aktivitas demontrasi yang tidak ditanggapi, kemudian para aktivis mulai melakukan tindakan yang lebih ekstrim dengan cara menyerang barak-bara pemerintah, salah satunya barak Moncanda yang ternyata gagal. Fidel Castro berserta rekan-rekannya kemudian dipenjarakan. Setelah dibebaskan, Fidel Castro yang dibantu Che Guevara dari Argentina mengobarkan pertempuran terhadap rezim Batista. Batista sendiri pada akhirnya melarikan diri dari Kuba (1959) ke Republik Dominika.

Castro kemudian memimpin Kuba dengan sangat tegas dalam urusan kebijakan politik dan pemerintahan. Salah satunya adalah mengeluarkan Undang-undang Reformasi Agraria. Dalam Undang-undang tersebut, pemerintah Kuba dapat melakukan nasionalisasi terhadap asset kela atas dan menengah termasuk asset perusahaan asing. Kelompok atas yang menentang Castro kemudian membentuk kelompok anti-castro di AS. Kebijakan nasionalisasi ekonomi ini mendapatkan simpati dari rakyat Kuba. Sedangkan bagi AS, hal tersebut sangat merugikan. Sehingga muncul upaya AS untuk menurunkan Fidel Castro.

Peristiwa Teluk Babi
Invasi Teluk Babi (di Kuba dikenal pula sebagai Playa Girón sesuai dengan pantai di Teluk Babi tempat pendaratan pasukan penyerbu) adalah sebuah pendaratan yang direncanakan dan didanai oleh Amerika Serikat dan dilakukan oleh orang-orang Kuba di pembuangan untuk menggulingkan pemerintahan Fidel Castro pada 1961. Peristiwa ini menandai klimaks tindakan anti-Kuba oleh AS. Ketegangan AS-Kuba telah bertumbuh sejak Castro menggulingkan rezim diktator militer sayap kanan Jenderal Fulgencio Batista yang didukung AS pada 1 Januari 1959. Pemerintahan Eisenhower dan Kennedy telah menilai bahwa pergeseran Castro kepada Uni Soviet tidak bisa diterima, dan karena itu mereka berusaha menggulingkannya. Namun, invasi ini gagal total dan ternyata menjadi noda internasional bagi pemerintahan Kennedy. Kegalan invasi teluk babi ini membuat malu seluruh orang Amerika serikat. Insiden ini mendongkrak popularitas Fidel Castro sebagi tokoh yang berani menentang AS. Kegagalan invasi ini juga semakin mendekatkan kuba ke pihak komunis (Uni Soviet).

Krisis misil Kuba
Krisis Misil Kuba dimulai ketika Uni Soviet menempatkan misil-misil nuklir di Kuba pada 1962. Misil ini digunakan untuk melindungi Kuba kalau nanti-nanti terjadi peristiwa yang sama dengan Teluk Babi. Dengan adanya Nuklir ini membuat keududukan AS menjadi terancam. Sebagai jawabannya, AS melakukan blokade di perairan internasional. Kemudian mengancam Uni Soviet dengan cara menghentikan pengiriman gandum dari AS ke Uni Soviete. Uni Soviet mundur, setuju untuk menyingkirkan misil-misilnya dengan imbalan janji AS untuk tidak menyerang kembali Kubaa serta menyingkirkan misil-misil nuklir serupa di Turki. Kesepatakan ini ternyata menimbulkan kekecewaan dari warga Kuba. Hal ini dianggap sebagai penghianatan terhadap Kuba.

Pada akhirnya, Kuba menjadi salah satu negara komunis yang berada dekat dengan AS. Beberapa waktu terjadi konflik sering terjadi dengan negara paman sam tersebut. Kuba seperti negara komunis lainnya hanya memiliki partai tunggal. Fidel Castro memangku jabatan presiden antara tahun 1976 hingga 2008, kemudian keududukan sebagai presiden digantikan oleh adiknya yang bernama Raul Castro.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s