doni dan adiknyaPagi itu aku berhasil memecahkan teka-teki selama ini, Yanindra. Terinspirasi dari kisah detektif Conan, Kindaichi, Sherlock Home hingga Proffesor Langdon dalam film Angel vs Demond. Akhirnya ku temukan jawaban yang selama ini ku cari tanpa henti siang maupun malam. Masalah yang membut burung yang ada di depan rumahku tidak bernyanyi lagi dipagi hari. Masalah yang sempat mengguncang seluruh hidupku. Masalah yang mampu mengurangi nafsu makanku dikarenakan tidak ada lauk. Sebenarnya nggak se-ekstrim itu sih, Yanindra. Ya itu bikinanku sendiri, biar unsur dramanya ada sehingga terkesan wuah, meski itu abal-abal.

Orang-orang kan seperti itu, Yanindra. seoalah-olah mereka sok yes, sok paham dengan segala permasalahan, eh ternyata hasil nihil. Kebanyakan orang sekarang hidup penuh dengan kepura-puraan, sopan santun yang mereka suguhkan hanyalah kamuflase semata demi terkesan baik di depan orang. Kalau menurutku, semua itu nggak usah ditutup-tutupi, biar semua orang tahu, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang pro rakyat dan mana yang pro pejabat, mana yang mencintai negeri dan mana yang mencintai partai. Karena kita bukan politisi, Yanindra, jadi nggak usah terus-terusan menebar pencitraan.

Eh, bukan Yanindra, aku nggak marah sama kamu kok. Itu tadi untuk para mereka yang nggak tahu diri. Bagi mereka-mereka yang hidupnya penuh kebohongan. Ketanya saja belum punya pacar, eh ternyata di sana-sini ada gebetannya lho, Yanindra. Sekali lagi ini bukan kamu, Yanindra. Ini adalah barisan orang-orang yang sakit hati, kemudian membuat gaduh negeri ini. Entah ada hubungannya atau tidak hasil pemilu yang kemarin dengan kegaduhan yang ada selama ini, aku kurang begitu mengerti.

Kalau hubunganmu dengan Dia, jelas aku tahu Yanindra. Dia sangat mencintaimu, dan kamu juga sangat mencintainya. Walaupun kamu terkadang sok cuwek kepadanya, tapi aku tahu kok Yanindra. Dari caramu perhatian kepadanya itu lho sudah kelihatan, meski terkadang kamu tutup tutupi sekalipun. Sikapmu yang cuwek itu malah terkesan gemesin, Yanindra. Serius, kayak gemesinnya pilkada serentak tahun ini. Bener-bener gemesin lho, Yanindra. Yo bisa saja, wong nggak sedikit lho calon yang sengaja dibuat untuk melenggangkan pilkada. Kalau pilkada hanya calon tunggal, pilkada bakal ditunda sampai 2017, Yanindra. Maka dibuatlah calon jadi-jadian. Calon jadi-jadian kadang juga dibuat oleh pihak tertentu untuk memecah suara pesaing. Para incumbent alias petahana biasanya bakal keluar sebagai pemenang, Yanindra. itu kan gemesin banget tow.

Apa hubungannya incumbent dengan gemesin??? Itu jawabannya mudah Yanindra. itu lho lihat, menjelang akhir pemerintahan yang pertama, para petahana itu akan melakukan banyak program yang nanti bisa dijadikan modal kampanye dengan slogan “Lanjutkan”. Perbaikan jalan dan sarana prasarana lainnya menjadi prioritas pembangunan, apa itu pencitraan aku kurang tahu, Yanindra. Yang jelas ini menjelang pemilu semua bisa dilakukan. Tujuannya adalah jelas agar terpilih lagi. Kemarin saja, ibukku mendapatkan beras sembako lho. Padahal beberapa minggu yang kemarin sudah dapat. Jadi dalam satu bulan ini sudah dua kali mendapatkan bantuan beras.

Apa hubungan beras dan Pilkada? Haduh jangan tanya terus donk Yanindra. Dari tadi kamu tanya terus padahal aku tadi mau cerita. Masalah beras? Bukan Yanindra, bukan masalah beras, baju dan uang yang dibagi-bagikan menjelang pemilihan. Bukan masalah yang saat ini negara agraris masih impor beras. Padahal seiingatku dulu, negara kita pada awal terbentuk memberikan bantuan beras kepada India lho, Yanindra. Kejadian tersebut terkenal dengan sebuatan india rice.

Bukan semua itu, Yanindra!!!

Ini masalah hubungan alias korelasi. Aku baru memecahkan masalah itu. Setelah aku selidiki, foto lelaki yang di dekat mbak-mbak gemes itu bukan foto dari pacarnya. Melainkan itu merupakan foto kakak kandung dari mbak-mbak gemes yang aku temui saat orang-orang eyel-eyelan membahas hubungan antara Rengasdengklok dan Proklamasi. Mbak-mbak gemes itu melihat orang-orang sama gontok-gontokan mempertahankan pendapatnya masing-masing. Antara pihak yang satu dengan pihak yang lain tidak mau mengalah, semua mengeklaim bahwa pendapatnya lah yang benar, dan yang satunya lagi mengeklaim yang sama. Kemudian masing-masing mengeklaim kebenaran adalah milik kelompok mereka, kelompok yang lain adalah sesat, dan nanti masuk neraka.

Entah apa latar belakangnya kenapa kok mereka bisa-bisanya rebut, aku nggak tahu Yanindra. Akhirnya aku bersyukur aku mengetahui bahwa hubungan antara mbak-mbak gemes itu dengan leleki di sampingnya merupakan kakak beradik. Berarti masih ada harapan untukku kenal lebih dekat dengan mbak-mbak gemes itu. Tidak perlu rumus korelasi maupun regresi aku sudah tahu karena pengamanan Bung Karno-Hatta saat terjadi peristiwa Rengasdengklok tidak lain dan tidak bukan adalah salah satu faktor yang mempercepat pelaksanaan proklamasi.

Kalau hubunganmu dengan Dia, masih baik-baik saja kan Yanindra?..

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s