merdekaDari caranya menyingkapkan rambut dari bahu yang satu ke bahu yang lainnya itu mengingatkanku padamu, Yanindra. Kelihatan pundak dan lehernya yang putih. Mbak-mbak yang di sana tidak memiliki tahi lalat di bagian belakang bawah rambut seperti yang kamu miliki, Yanindra. Caranya memagang rambut, dan menggibaskannya kebagian bahu sebelah itu nampak lepas, bebas, tanpa ada beban. Mbak-mbak itu anggun sekali dengan rambut yang hitam, lurus dan panjang. Rambutnya tidak seperti Mendusa yang dipenuhi dengan ular, rambut mbak-mbak itu bikin aku gemes. Cocok untuk dijadikan bintang iklan shampo.Pandangan ku pada mbak-mbak gemes itu teralihkan oleh kedatangan muridku. Beberapa dedek gemes datang padaku, aku paham kedatangan mereka untuk apa. Bukan, bukan itu tujuannya mereka datang padaku. Kalau yang itu, tujuan dari kedatangan Anoman di taman Argasoka untuk menemui Sinta. Anoman menjadi utusan dari Rama untuk mengetahui kabar Sinta. Karena saat itu mulai terdengar desas-desus kalau Sinta sudah tidak suci lagi. Dedek gemes yang datang padaku itu, kedatangannya juga bukan untuk memaksa aku tunduk pada Kubilahi Khan, seperti tugas Mengki yang pada akhirnya wajahnya dirusak oleh Kertanegara dari Singosari. Bukan Yanindra, semua tebakanmu itu belum benar.

Terus apa???

Sabar dulu Yanindra, sabar ini kan baru tahun pertama jadi mungkin kebijakan pembangunan belum bisa terealisasikan. Sabar sebentar Yanindra, ini kan baru dimulai revolusi berokrasinya, semua kan butuh proses. Kita ikuti saja kebijakan apa saja yang diambil pemerintah, selama itu membawa Indonesia yang lebih baik, kalau perlu Indonesia yang hebat. Itu toh nggak salah selama memang transparasi dan akuntabilitas tetap terjaga, aku tetap percaya. Aku percaya dikemudian hari nanti kita bakal menjadi negara yang merdeka.

Lha menurutmu kita sudah merdeka apa belum, Yanindra???

Ini momen yang tepat berhubungan dengan kemerdekaan, Indonesia. Di tempatmu apa juga ada perlombaan-perlombaan dalam rangka memperingati kemerdekaan, Yanindra. Sebagian tempat merayakan kemerdekaan dengan cara mengadakan lomba-lomba yang menjadi khas dari tujuh belasan, seperti panjat pinang, balap karung, balap kelereng, hingga mengambil koin yang ditancapkan pada buah papaya yang sudah dilumuri oli. Itu merupakan lomba-lomba yang sering dilakukan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan.

Ritual lainnya yang selalu dilakukan oleh orang-orang adalah dengan mengibarkan bendera di depan rumah. Bendera merah putih itu akan dikibarkan beberapa hari sebelum tanggal tujuh belas. Di mana-mana akan banyak kita temukan ornament-ornamen merah putih yang merupakan bendera nasional Indonesia. Ada yang bilang kalau warna merah putih itu seperti kebiasaan orang Jawa yang membuat jenang (bubur) merah dan putih. Tapi yang aku ingat, bendera merah putih itu dibuat oleh ibu Fatmawati dengan menggabungkan kain berwarna merah dan bendera berwarna putih dijahit menjadi satu.

Sayangnya mbak-mbak gemes yang ada di hadapanku tidak memakai pernak-pernik ditubuhnya. Tidak ada pakaian warna merah atau putih, karena mbak-mbaknya itu memakai bletser warna coklat yang pas menempel ditubuhnya. Celana jeansnya pun tidak ada warna merah atau putihnya. Itu semua belum tentu kalau mbak-mbak gemes tidak nasionalis. Meski burung garuda tidak di dadanya, tapi aku yakin warna darah mbak-mbak itu merah, dan kulitnya berwarna putih walaupun tidak seputih bendera yang aku beli kemarin.

Kalau muridku yang baru datang tadi, terdapat ornament merah putih pada pita rambutnya. Dengan senyumnya yang mengembang begitu indah, menggambarkan, dedek gemes seolah-olah merdeka. Iya, Yanindra, itu hanya seolah-olah. Siapa yang tahu isi hati manusia kan tidak ada yang tahu, kecuali dirinya sendiri dan penciptanya. Banyak orang yang menunjukan nasionalisnya ya hanya pada satu bulan ini saja, sebelas bulan lainnya, nasionalisnya bisa dipertanyakan. Belum tentu, muridku ini guya-guyu menandakan ia sudah merdeka, belum tentu, Yanindra.

Bangsa ini mungkin sudah memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal tujuh belas Agustus. Itu merupakan pernyataan bahwa negara kita sudah merdeka. Kemudian kita harus menyatakan kemerdekaan itu bukan hanya sekedar pernyataan akan tetapi sesuai dengan kenyataan. Kalau kemerdekaan hanya diukur dari adanya penjajah, kita bisa mengatakan bahwa Indonesia sudah merdeka. Berdasarkan isi dari Konferensi Meja Bundar, sudah dijelaskan bahwa Belanda mengakui kedaulatan bangsa ini, meski harus menunggu dari tujuh belas Agustus hingga dua tujuh Desember empat sembilan.

Kalau indikatornya lain, mungkin bisa dikatakan negara ini belum merdeka secara hakiki. Negara kita masih dijajah, kita tahu dan kita merasakan tapi apa daya kita tidak bisa melawan. Gelombang gombalisasi akhirnya menerpa bangsa ini, mulai luntur jati diri ibu pertiwi. Bangsa kita dijajah bangsa asing disektor ekonomi maupun budaya. Kebanyakan produk yang kita pakai sehari-hari adalah buatan asing, jangankan produk yang luar biasa, sulit pembuatannya, lha wong garam saja, negara ini harus impor dari luar.

Orang miskin bertambah banyak, itu juga menandakan bahwa negara kita belum mampu merdeka seutuhnya. Mana peran negara yang katanya ingin mewujudkan kesejahteraan sosial. Selama ini kesejahteraan hanya dinikmati oleh kalangan tertentu semata. Indonesia merupakan negara Islam dengan populasi penduduk terbanyak dibandingkan negara Islam lainnya. Seharusnya kalau orang Islam mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar, orang-orang miskin di negeri ini akan tertolong. Tidak ada ceritanya lagi ada orang yang busung lapar, atau bahkan sampai mati kelaparan.

“Om Merdeka itu apa???” kata muridku menghentikan imajinasiku

“Terus jomblo itu punya kaitan dengan merdeka apa nggak?” tambah muridku

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s