Tumpeng 17anMau dirayakan dengan kegiatan apa ya Yanindra??? Berikan aku ide, harus membuat kegiatan apa dalam rangka perayaan. Kejutan yang aku berikan, malah membuat aku terkejut. Kejutan yang aku siapkan beberapa hari yang lalu buyar. Malah aku yang terkejut, aku yang membuat kejutan malah aku yang terkejut kan aneh, Yanindra. Pemerintah yang menunjuk pembantunya, kalau pembantunya salah ya jangan salahkan pembantunya. Salahkan dirinya sendiri yang menunjuk orang yang salah. Sekarang sering orang melempar bola kesalahan ke sana dan ke sini, yang jadi korban tetap, rakyat jelata. Kalau boleh aku mau meniru perkumpulan yang didirikan oleh Ibnu Hajar, yakni Kesatuan Rakyat Yang Tertindas (KRYT).Aku jarang sekali merayakan ulang tahun, Yanindra. Di keluargaku tidak mengenal istilah ulang tahun. Yang aku tahu hari ulang tahun itu hari ulang tahunku, negaraku dan mantan pacarku yang lalu. Setiap hari ulang tahunku tidak ada yang istimewa, berjalan seperti hari-hari biasa. Nggak ada yang istimewa, tidak seperti para pesohor negeri ini yang kalau ulang tahun diberikan kado dari banyak fansnya. Para artis itu lho Yanindra, kalau aku lihat ditayangan televisi kok mudah sekali dijebak saat hari ulang tahunnya ya. Kok sepertinya mudah saja untuk memberikan kejutan bagi para artis yang ulang tahun. Mereka benar-benar terkejut atau memang pura-pura tekejut, aku kurang tahu.

Terus apa idemu dalam merayakan ulang tahun, Yanindra???

Itu lho Yanindra, aku ingin buat sebuah perayaan untuk merayakan ulang tahun mbak-mbak gemes yang ku kenal beberapa tahun yang lalu. Aku pingin kayak acara di televisi-televisi itu, saat si perempuan ulang tahun, kemudian si laki-laki dengan membawa bunga kemudian menyatakan cinta, dan akhirnya diterima. Tapi kok rasanya sulit mewujudkannya dalam dunia nyata ya Yanindra. Sudah ada perasaan takut yang membayangiku, kata jangan jangan seolah tepatri dalam benakku. Aku sudah kalah sebelum berperang, Yanindra.

Kalau bisanya ulang tahunnya teman-temanku, kami sering makan bersama-sama, entah itu ke mall atau ke warung pinggir jalan. Kami hidup mewah bisa, hidup gembel sudah terbiasa. Jadi saat di mall, prejengan kami yo keren-keren, Yanindra dibandingkan hari-hari biasanya. Tempat makan ya yang itu-itu saja, nggak pernah berganti. Mungkin kalau itu digambarkan sebagai ikatan cinta, kami itu orang-orang yang bertipe sangat setia. Mau ganti ke tempat yang lain itu takut, Yanindra. Jangan-jangan makanannya nggak enak, terus jangan-jangan uang kami nggak mencukupi, jangan jangan dan jangan jangan yang lainnya.

Kemarin temanku ulang tahun, Yanindra. Kata orang banyak kami itu mirip, kalau lebih ekstrim kami itu kembar beda bapak beda ibu. Dulu kami tinggal se kamar, kami berdua kemana-mana selalu bersama kecuali ke kamar mandi, kami gentian. Saat ke kampus, makan, hingga tidur kami selalu bersama-sama. Sayang beda nasib Yanindra, selama kuliah temanku itu bergonta-ganti pasangan, sementara aku berbeda Yanindra. Kalau temanku yang ulang tahun, biasanya ya makan bareng-bareng tanpa ritual khusus buat kejutan kayak anak SD. Menyiram dengan air, melumuri dengan tepung, melemparkan telur dan lain sebagainya, kami tidak mengetahui kalau itu merupakan cara merayakan ulang tahun. Sepengetahuan kami itu adalah cara bikin telur dadar.

Kalau mau merayakan ulang tahun bersama orang-orang miskin. Memberikan meraka barang waktu sehari kelaihatannya aku nggak mampu deh Yanindra, aku kan juga termasuk katagori miskin. Mau merayakan di restoran, makan-makan yang enak-enak, kelihatannya harus diurungkan dulu karena masih pertengahan bulan. Para pegawai yang gajinya pas-pasan itu pertengahan bulan harus sangat menghemat, Yanindra. Mau beli apa harus diperhitungkan dengan matang supaya uangnya mencukupi untuk bekal sebulan. Nah kalau sudah tanggal muda, itulah dimana kami merasakan kemerdekaan setelah terkekang hampir lima belas hari. Biasanya nanti kami merayakannya dengan makan makanan yang agak enak dibanding hari biasa.

Kalau kemerdekaan Indonesia yang setiap tanggal tujuh belas Agustus itu mesti dirayakan dengan mendakan lomba. Lomba bola volley, sepakbola, balap karung, balap kelerang, panjat pinang dan perlombaan-perlombaan lainnya. Padahal saat awal bangsa Indonesia dilahirkan, setelah Bung Karno membaca proklamasi di halaman rumahnya, orang-orang kemudian bubar. Ada yang pulang ke rumah untuk beristirahat, ada yang pergi menyebarkan berita proklamasi, dan ada pulang yang melakukan tindakan merebut senjata tentara Jepang. Nggak ada yang merayakannya dengan lomba-lomba yang ku sebutkan tadi, Yanindra.

Terus mau dirayakan dengan acara apa Yanindra?

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s