candi cethoKalau kamu pergi ke Candi Sukuh untuk bernostalgia dengan si Dia, jangan lupa untuk juga berkunjung ke Candi Cetho, Yanindra. Letaknya tidak terlalu jauh dari Candi Sukuh, kamu dari Sukuh turun ada pertigaan kemudian belok ke kiri, lurus turus melawati tanjakan yang berliku. Tanjakan cinta apabila kau nikmati dengan si dia. Penuh tantangan yang berliku untuk sampai ke candi tersebut, butuh perjuangan dramatis dan romantis untuk melawati tanjakan demi tanjakan hingga akhirnya sampai juga di tempat tujuan. Terkadang cinta itu memang seperti itu, Yanindra, membutuhkan kerja keras dan pengorbanan. Jalan menuju surga itu tidak lurus dan mulus, melainkan penuh lika-liku kehidupan.

Candi Cetho itu juga termasuk dalam peninggalan terakhir dari zaman kerajaan Hindu, Majapahit. Kerajaan Hindu terbesar di Indonesia, yang terkenal dengan sumpah palapa dari Gajah Mada dan juga Bhinekaka Tunggal Ika yang termaktub dalam kitab Sutasoma katangan Mpu Tantular. Namun jangan lupakan kisah cinta antara Hayam Wuruk dengan Dyah Pitaloka, putri cantik dari kerajaan Pajajaran. Kisah cinta itu pada akhirnya harus menumpahkan air mata dan darah ketika terjadi peristiwa di desa Bubat, yang mana terjadi silang pendapat antara Gajah Mada dengan Raja dari Pajajaran. Ujung dari peristiwa tersebut terjadi pertempuran yang pada akhirnya dimenangkan oleh pasukan Gajah Mada. Dyah Pitaloka yang sangat terpukul kemudian mengakhiri diri dengan jalan bunuh diri.

Jalan bunuh diri juga dilakukan oleh tentara Jepang saat terjadi Perang Dunia II. Mereka dengan iklhas menaiki pesawat terbang kemudian menabrakkan diri ke pangkalan perang Amerika, di Pearl Harbour. Serangan secara mendadak itu membuat tentara Amerika kelabakan dan harus mengalami kekalahan. Tentara Jepang terkenal sangat pemberani dengan kejam, Yanindra. Walaupun tubuh mereka kecil, orang-orang Belanda larit terbirit-birit melihat kedatangan mereka ke nusantara. Nafsu tentara Jepang juga luar biasa besar, Yanindra. Lihat saja korban perang khususnya wanita yang disebut Jugun Ianfu, mereka sangat menderita.

Kerajaan Majapahit yang agung itu kemudian pada akhirnya runtuh juga, Yanindra. Seperti siklus kehidupan pada umumnya, muncul, berkembang mencapai puncak dan pada akhirnya hancur. Majapahit muncul dengan dibabatnya hutan Tarik oleh orang-orang bekas Singosari yang dipimpin oleh menantu Kertanegara, Raden Wijaya. Hebatnya selain bisa mendirikan kerajaan Majapahit, Raden Wijaya juga dapat menikahi empat anak dari Kertangera yaitu Tribhuwaneswari, Narendraduhita, Prajnaparamita dan Gayatri. Majapahit kemudian berkembang pada masa, Jayangera, Tribhuwanatunggadewi hingga mencapai puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk. Jayanegara alias kala gemet itu suka berhura-hura dan bermain wanita, Yanindra.

Sangkalan tahunnya yaitu sirna ilang kertaning bumi, alias 1400. Hal itu dapat kamu ketemukan batu berbentuk kura-kura yang ada dibagian tengan Candi Yanindra. Saat memasuki pintu masuk, kita akan disuguhi dengan tangga yang terbuat dari batu lumayan menanjak. Aku kemarin ke sana saja terengah-engah untuk sampai atas. Kalau kamu bersama Dia, bisa saling gandengan tangan untuk menguatkan satu dengan yang lain. Gandengan tangan itu salah satu bentuk keromantisan yang diajarkan oleh para leluhur, Yanindra.

Selain itu, di bagian tengan Candi juga ada lingga dan yoni, yaitu alat kelamin laki-laki dan perempuan yang nampak jelas. Makanya dua candi ini, Sukuh dan Cetho dikenal dengan candi yang menyuguhkan pornografi.. Pada kedua candi tersebut jelas ada batu yang berbentuk alat kelamin laki-laki dan perempuan, Yanindra. Malah di Candi Sukuh terdapat tempat khusus untuk mengetes apakah wanita yang mau menikah itu masih perawan atau sudah tidak. Hal ini membuktikan bahwa norma-norma kesusilaan dalam masyarakat masih terjaga. Kalau zaman dahulu saja sudah ada seperti itu, kenapa sekarang banyak yang protes tentang tes keprawanan di bidang militer. Apa orang-orang itu tidak belajar sejarah, Yanindra.

Namanya memang unik, Yanindra.. Cetho

Kalau diterjemahkan dalam bahasa Jawa, Cetho itu diartikan “terlihat atau nampak”. Kalau kamu ke sana mesti akan nampak kalau itu ada alat kelamin laki-laki dan perempuan. Alat kelaminnya, setelah ku perhatikan dengan cara seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya, ternyata cetho sekali Yanindra, nggak jauh beda dengan kepunyaanku.. Kalau yoninya mirip nggak Yanindra dengan milikmu??? Hohoho

Mungkin para petinggi KPK itu harus pergi ke Candi Cetho, Yanindra. Biar nanti sepulangnya dari sana mereka akan melihat korupsi dengan cetho meskipun disembunyikan dengan istilah hadiah atau entah apa namanya. Kalau perlu pak Presiden juga perlu ke sana, Yanindra. Nanti sepulangnya dari sana biar tahu mana yang cetho-cetho membela rakyat dan mana yang cetho-cetho demi kepentingan partai. Mana kebijakan yang cetho pro rakyat dan mana kebijakan yang menguntungkan bagi segelintir pejabat.

Kalau yang sudah cetho, Dia sangat mencintaimu, Yanindra, sangat mecinntaimu. Pesanku agar nanti kamu dan Dia bisa sampai di Candi Cetho, kamu harus berpegangan erat pada tubuhnya. Kalau motornya kemungkinan nggak kuat, naik dengan cara zig-zag, mesti sampai. Itu kata seorang cewek yang pandai fisika kepadaku, Yanindra.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s