alex kawilarangalex kawilarangPada masa demokrasi liberal (1950-1959), terjadi berbagai pemberontakan di Indonesia. Salah satu pemberontakan adalah PRRI dan Permesta. Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) yang diproklamasikan oleh  Letkol Ahmad Husein pada tanggal 15 februari 1958 di Sumatera, sedangkan Piagam Perjuangan Semesta yang mendukung PRRI dibentuk oleh Letkol D.J Somba. Kedua pemberontakan ini salah satu sebabnya adalah berpangkal pada masalah otonomi daerah. Terjadi kesenjangan antara pemerintah pusat di Jawa dengan berbagai daerah di luar Jawa.

Tanggapan dari pemerintah terhadap pemberontakan ini adalah dengan memecat beberapa orang militer yang terlibat, seperti Letkol Achmad Husein, Kolonel Zulkifli Lubis, Dachlan Jambek, Kolonel Vence Samuel dan Kolonel Maludin Simbolon. Kemudian komando daerah militer sumatera dibekukan dan langsung di bawah kepala staf angkatan darat. Selain itu juga dengan melaksanakan berbagai operasi militer, antara lain:

  • Operasi Tegas dipimpin oleh Letkol Kaharudin Nasution dengan sasaran daerah Riau, tujuannya untuk mengamankan instalasi-instalasi dan berhasil menguasai kota Pekanbaru
  • Operasi 17 Agustus di bawah pimpinan Kolonel Ahmad Yani dengan sasaran daerah Sumatera Barat dan berhasil menguasai kota Padang pada tanggal 17 April selanjutnya menguasai Bukittinggi pada tanggal 12 Maret 1958.
  • Operasi Saptamarga dibawah pimpinan Brigjen Jatikusumo untuk mengamankan daerah Sumatera Utara
  • Operasi Sadar dibawah pimpinan Letkol. Ibnu Sutowo untuk menguasai daerah Sumatera Selatan

Untuk menumpas gerakan Permesta, dilancarkan operasi gabungan dengan nama Operasi Merdeka yang dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendradiningrat, yang terdiri dari berbagai operasi, yakni:

  • Operasi Saptamarga I dipimpin oleh Letkol Sumarsono dengan daerah sasaran Sulawesi Utara bagian tengah
  • Operasi Saptamarga II dipimpin oleh Letkol Agus Prasmono dengan sasaran Sulawesi Utara bagian selatan
  • Operasi Saptamarga III dipimpin oleh Letkol Magenda dengan sasaran kepulauan sebelah utara Menado.
  • Operasi Saptamarga IV dipimpin oleh Letkol Rukminto Hendradiningrat dengan sasaran Sulawesi Utara
  • Operasi Mena I dipimpin oleh Letkol Pieters dengan sasaran Jailolo
  • Operasi Mena II yang dipimpin oleh Letkol KKO Hunholz untuk merebut lapangan udara Morotai, sebelah utara Halmahera.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. […] kelaparan dan kemiskinan muncul banyak pemberontakan didaerah seperti PRRI dan Permesta(bisa baca disini). Kedua pemberotakan itu cukup terkenal di zaman Presiden Soekarno. Banyak yang ingin memisahkan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s