unnamedBeberapa minggu ini ada hal yang baru di halaman Koran, Yanindra. Khususnya Koran Jawa Pos, kolom radar Lawu. Biasanya dalam satu kolom itu diisi dengan berbagai peristiwa criminal, minggu ini diisi oleh berita yang membanggakan. Biasanya dalam satu sudut ada foto mbak-mbak gemes dengan entah apa aktivitasnya, sekarang yang nampak beberapa pria maco yang memakai kaos warna merah disisipi warna hitam. Itu merupakan sekumpulan anak-anak Ngawi yang tergabung dalam klub sepak bola Persinga.

Namanya mungkin asing bagi sebagian besar orang, Yanindra. Orang-orang di desaku lebih mengenal MU, Real, Bayern Munchen maupun Juve dengan berbagai prestasinya. Selain sering menonton pertandingan, orang-orang di desaku juga memiliki kaos dari klub-klub tadi. Klub-klub local paling ya cuman, Arema, Persija, Persib dan Persebaya. Itupun orang-orang di desaku tidak punya kaos dari salah satu klub tadi. Apalagi klub gurem yang bernama Persinga, mungkin kamu tanyakan pada tukang ojek yang dipengkolan itu tidak tahu Persinga itu apa. Paling banter, meraka mengira itu adalah perkumpulan singa-singa.

Kalau kamu sedikit banyak mesti sering mendengar nama Persinga, Yanindra. Setidaknya Dia satu dua kali pernahkan bercerita tentang sepak bola??? Aku tahu itu, Yanindra. Aku dan Dia itu memiliki hoby maen sepak bola. Kamipun tahu tentang perkembangan sepak bola saat ini. Indonesia sedang mendapatkan hukuman dari FIFA, gara-gara adanya intervensi pemerintah terhadap federasi sepak bola. Kalau menurutku, selama intervensi itu bukan bermotifkan politik, murni bermotifkan untuk prestasi sepak bola, Aku sih ok ok saja Yanindra. Takutnya ya itu cuman akal-akalan segelintir orang untuk menyingkirkan kelompok yang lain, dan menggantinya dengan kelompok dari mereka.

Halaman Koran khusus yang membahas tempat tinggalku itu biasanya diisi oleh berbagai tindakan criminal, Yanindra. Kalau nggak masalah korupsi, ya masalah pencurian. Ada kolom khusus tertentu dibagian pojok itu biasanya diisi oleh mbak-mbak gemes. Biasanya itu sih ya mbak-mbak dengan kegiatan yang nggak penting, semisal mbak-mbak yang memiliki hoby baca, kalau nggak gitu mbak-mbak yang memiliki kegiatan yang sebenarnya sih biasa-biasa saja, namun pada halaman tersebut dipoles sedemikian rupa sehingga nampak menarik bagi sebagian orang. Dan biasanya, gambar mbak-mbak gemes yang dipasang itu cantik-cantik, Yanindra. Kenapa nggak sesekali memajang fotoku saja, ya Yanindra. hohoho

Tapi kali ini ada yang berbeda, Yanindra.

trinilKesebelasan sepak bola asli Ngawi, yang terkenal dengan julukan Laskar Alas Ketonggo itu mampu lolos hingga final Piala Kemerdekaan. Sebuah prestasi besar bagi klub sepak bola dari sebuah kabupaten entah berantah. Kabupaten Ngawi mungkin asing bagi sebagian orang, akan tetapi tidak bagi orang-orang yang suka belajar sejarah. Di Ngawi inilah, Eugene Dubois menemukan manusia purba Pithecanthropus Erectus, dan mengiranya sebagai penggenap dari Teori Evolusi Darwin. Trinil merupakan salah satu museum manusia purba yang ada di Indonesia. Meskipun demikian, Yanindra, nggak semua orang Ngawi pernah berkunjung ke museum tersebut.

rumah dr radjimanOrang sejarah mesti mengenal yang namanya, Dr. Radjiman Wediodiningrat, salah satu tokoh pada masa-masa pendudukan Jepang. Dr. Radjiman itu bukan penduduk asli Ngawi, akan tetapi pernah tinggal di Ngawi, Yanindra. Kamu belum tahu Dr. Radjiman??? Dr. Radjiman itu tokoh yang ditunjuk oleh pemerintah Jepang sebagai ketua dari Dokuritsu Junbi Cosakai yang nantinya bisa merumuskan dasar negara dan kelengkapan negara merdeka lainnya. Konon dulu saat Dr Radjiman meninggal, presiden Soekarno pernah pergi ke Ngawi. Saat kampanya kemarin, Pak Presiden saat ini juga pernah pergi ke rumah dari Dr. Radjiman. Kalau boleh aku beri tahu, presiden dan kebanyakan orang-orang Ngawi itu suka dengan warna merah, Yanindra.

Makanya kaos kebesaran dari Persinga juga merah. Nama Persinga dengan embel-embel Ngawi menghits, Yanindra. Kemudian banyak orang mulai melakukan pencarian di google, apa itu Persinga. Ngawi kemudian menasional kembali gara-gara prestasi dari klub sepak bola yang lolos sampai final. Beberapa tahun yang lalu, orang Ngawi juga pernah membuat sensasi, yakni dengan menikahi seorang peri. Entah benar atau tidak peristiwa tersebut, namun kabar itu mampu membuat nama Ngawi semakin popular.

persingaDibandingkan dengan tim-tim lainnya, Ngawi termasuk kelas abal-abal, Yanindra. Stadionnya itu lho, Stadion Ketonggo, berukuran kecil dengan fasilitas ala kadarnya. Kondisi lapangan yang tidak rata membuat kita yang bermain disana menjadi kurang nyaman, bola yang seharusnya larinya kemana gara-gara lapangan tidak rata jadi larinya kemana. Namun kondisi yang serba kekurangan tersebut bukan penghenti untuk Persinga berprestasi. Dalam tiga tahun terakhir ini, Persinga Ngawi selalu memiliki prestasi yang lumayan bagus. Naik dari divisi tiga, dua hingga ke divisi utama. Kalau semangat dan kekompakan tetap terjaga, main di kasta teratas negeri ini bukan hanya sekedar mimpi.

Meski pada akhirnya Persinga kalah di final, setidaknya hal tersebut mampu sedikit mengurangi dahaga dari minimnya prestasi selama ini. Setidaknya Persinga menjadi satu kebanggan bagi masyarakat Ngawi. Setidaknya Ngawi bisa berprestasi

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s