Doni dkkSenja itu aku sedang berdiskusi dengan tiga dedek gemes, Yanindra. Andaikata satu tambah dengan kamu itu merupakan batas akhir jumlah wanita yang diperbolehkan untuk dimiliki oleh seoarang pria. Sayang, hal itu sulit diwujudkan soalnya ketiga dedek gemes itu sudah punya pacar semua, dan kamu barang tentu sudah dimiliki oleh Dia. Kalau aku sih masih sama seperti yang dulu, Yanindra. Tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif alias Jomblo. Iya, Yanindra, kamu kan sudah dimiliki dia yang sangat mengasihi dan menyayangimu. Dia itu laki-laki yang memberanikan diri mendekatimu ketika berjumpa denganmu di Candi Sukuh.

Tema diskusi senja ini adalah membahas materi tentang sejarah. Materi yang diajukan oleh ketiga dedek gemes ini berbeda-beda, Yanindra. Mungkin itu repotnya harus mengurusi orang banyak, seperti repotnya pak presiden mengatasi masalah yang datang dengan berbagai kasus yang berbeda, baik itu kasus korupsi, prostitusi, narkoba, dan berbagai masalah yang datang bertubi-tubi. Satu masalah belum selesai, sudah datang masalah yang lainnya. Ya seperti itu sekilas gambaran tanah air kita tercinta, Yanindra. Malah ada temanku yang berpikiran negatif, kalau sebenarnya masalah itu hanya rekayasa belaka, untuk menutupi kasus yang lainnya. Atau bahasa kerennya untuk mengalihkan isu.

Aku rasa ketiga dedek gemes itu nggak akan mengalihkan fokus diskusi kali ini. Mereka nggak akan tiba-tiba bertanya, ”Om kenapa kita harus berqurban???”. Mesti bukan itu yang merupakan pertanyaan dari mereka. Soalnya selama ini, materi sejarah khususnya sejarah agama, kurang mendapatkan porsi yang cukup di sekolah. Meski domain dari sejarah agama, itu merupakan ranah agama, alangkah tidak salah kalau sejarah juga membahas materi tentang sejarah agama. Orang-orang selama ini kurang paham mengenai sejarah dari agamanya masing-masing. Mereka terjabak dalam seremoni belaka, tanpa mengetahu maksud dan inti dari diadakannya ritual keagamaan tersebut.

Om, kenapa manusia purba zaman dahulu berpindah-pindah?” pertanyaan awal dari dedek gemes yang duduknya paling dekat denganku. Kalau dilihat dari pertanyaannya, dedek gemes itu pasti baru duduk di kelas X. Tapi dari perawakannya itu, dedek gemes tersebut sudah pantas untuk duduk di kelas XI. Belum sempat aku menjawab, dedek gemes yang lain sudah membacakan pertanyaan kepadaku. “Om, Om, sebutkan alasan Jepang datang ke Indonesia?” Kata dedek gemes yang duduknya berhadapan langsung denganku. Kalau dilihat sekilas wajahnya, itu mirip dengan kamu, Yanindra. Tapi bedanya, bibir kalian agak berbeda, dedek gemes yang di depanku ini berbibir agar tebal dibandingkan dengan milikmu.

Belum sempat aku menjawab, kejadian seperti yang pertama terulang kembali, Yanindra. Dedek gemes yang duduk di sebelahnya juga melontarkan pertanyaan kepadaku. “Om, kenapa Amerika membantu kita merebut Irian Barat” tanya seorang dedek gemes tersebut. Aku rasa inilah dedek gemes yang paling dewasa, umurnya lebih tua dibandingkan dengan dedek dedek gemes lainnya. Pastinya ini adalah dedek gemes kelas XII.

Tanpa berpikir panjang, langsung aku jawab Yanindra ketiga pertanyaan dari dedek-dedek gemes tersebut dengan satu jawaban, “faktor ekonomi” Jawabku dengan jelas dan tegas tanpa pandang bulu, tanpa tebang pilih.

***

Indonesia adalah negara yang sangat kaya, Yanindra. Kamu ingin mencari kekayaan alam apa saja ada di negeri ini, bahkan yang namanya gunung emas ada di tanah air tercinta. Kekayaan alam yang ada di lapisan bumi dan terkandung dalam bumi melimpah ruah tidak pernah habis-habis. Lautan yang luas dengan berbagai kekayaan laut lainnya menghampar luas yang menempatkan Indonesia menjadi negara kepualaun terbesar di dunia. Wilayah yang membentang dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, menawarkan berbagai pesona alam yang luar biasanya indahnya, menjadi salah satu destinasi wisata dunia. Kalau begitu nikmat mana lagi yang hendak didustai oleh bangsa ini, Yanindra???

wow Om kok pinter banget sih, Om sakti banget deh, nggak butuh waktu panjang sudah tahu jawabannya, keren” Kata salah satu dedek gemes, menyanjungku.

Aku sakti??? Wuah aku nggak terima kalau aku disamakan dengan Sung Gho Kong, Yanindra. Aku sudah berulang kali, ketampananku itu nomer dua di dunia, kalau Sung Gho Kong kan nomer satu di dunia. Jangan samakan aku dengan Sung Gho Kong yang bisa merubah dirinya menjadi 32 perubahan. Kalau aku ya, aku ini, Yanindra, hanya satu tidak ada yang lain. Selain Sung Gho Kong, ternyata 32 juga lekat dengan penguasaan Soeharto di Indonesia. Orde Baru yang dipimpin oleh Soeharto juga diawali dengan kisah sakti, yang terkenal dengan hari Kesaktian Pancasila.

Apa Kera Sakti yang bisa berubah-ubah itu sama dengan Pancasila Sakti, Yanindra??? Kalau sering berubah-ubah, kata dedek gemes itu namanya plin plan, Yanindra. Aku kurang begitu tau hal itu. Hari Kesaktian Pancasila dengan peringati setiap tanggal 1 Oktober, sebagai peringatan bahwa Pancasila masih punya kesaktian. Kalau kita mau menelisik ke tahun 1965, disitu terjadi peristiwa yang sampai detik ini masih seperti benang kusut yang sulit terurai. Peristiwa dalam satu malam yang merubah segalanya. Katanya peristiwa satu malam itu ingin mengganti Pancasila dengan ideology lainnya. Akan tetapi gara-gara Pancasila masih sakti, upaya tersebut akhirnya dapat digagalkan.

Tapi kalau Dia tidak akan pernah menggantimu dengan wanita lain, Yanindra.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s