doni mafiaKalau hidup hanya terus untuk maju dan maju, rasanya mesti nggak enak, Yanindra. Yang paling enak itu, ya maju mundur, maju mundur maju terus. Aku yakin itu, karena hanya bermodalkan keyakinan itulah yang membuat aku berani untuk melakukan sesuatu. Andai saja Indonesia menjadi negara yang sangat maju, nggak ada yang namanya kemiskinan, kelaparan, dan semua orang hidup dalam kemewah-mewahan, mesti rasanya nggak senikmat sekarang ini. Andai saja presidennya yang ke pilih nggak yang ini, mesti keadaan ekonomi Indonesia nggak seperti saat ini. Andai saja kita dulu tidak dijajah oleh bangsa Barat, pelajaran sejarah mesti mudah. Stop Yanindra!!! stop mengandai-andai, itu hanya dunia maya, yang kita hadapi saat ini dunia nyata.

Harga barang-barang mulai merangkak naik. Kemungkinan orang-orang miskin pada suatu titik nanti akan mengalami hal yang pernah dialami oleh masa lalu. Meraka tidak akan mampu membeli barang-barang yang dibutuhkan. Ini bukan masalah tujuh setan desa yang seperti kata PKI tahun dulu, tapi ini masalah baru, masalah yang hampir sama bahkan lebih hebat dari masalah yang lalu, yakni adanya para mafia. Mafia sama kejamnya sama setan desa. Mereka memeras kekayaan bumi pertiwi demi golongan mereka sendiri.

Zamannya sudah berubah Yanindra, kalau zaman dahulu sering didengung-dengungkan tujuh setan desa, kalau sekarang mulai muncul para mafia. Kalau nggak salah kata mafia itu berasal dari bahasa Italia. Mafi ada disetiap jengkal kehidupan berbangsa dan bernegara, Yanindra. Dulu mencuat kasus mafia pajak, gayus tambunan. Seorang pejabat pajak yang berhasil mengamankan uang negara demi kepentingan hidupnya dan mungkin untuk kelomponya. Saat sudah dihukum, gayus masih bisa menikmati pertandingan tenis di Bali. Kemudian muncul mafia peradilan. Katanya peradilan itu nggak sesuai dengan simbolnya, mbak-mbak dengan mata tertutup, maksudnya agar tidak tebang pilih dalam rangka mengadili kejahatan.

Tapi kenyataannya, pengadil saat ini masih tebang pilih, mana yang punya uang banyak akan mendapatkan keringanan dalam hukuman. Siapa yang bisa menyediakan uang, apapun bisa. Hukum katanya bisa dibeli, Yanindra. Orang yang sudah nyata-nyata masuk penjara bisa melenggang mulus ke luar masuk penjara. Orang yang sudah masuk penjara bisa-bisanya mengendalikan jaringan narkoba. Terus para penjahat kerah putih yang masuk penjara juga mendapatkan fasilitas yang berbeda dengan penjahat kaos kumal.

Sekarang itu sudah mulai menjangkit yang namanya duittheid, Yanindra.

Kamu mencari di kamus bahasa mana saja mesti tidak ketemu. Karena itu istilah baru yang kemarin aku temukan saat diskusi dengan anak didikku. Dulu di Afrika Selatan, Nelson Mandela sangat yang menentang yang namanya politik Apertheid. Politik tersebut adalah politik membedakan derajad manusia berdasarkan warna kulitnya. Jadi orang-orang asli Afrika yang berkulit hitam tidak boleh tinggal dan bercampur dengan orang kulit putih. Orang-orang kulit hitam dibuatkan kampong-kampung sendiri, yang letaknya jauh dari kota dan biasanya sarana dan prasarana tidak memadai. Mungkin dikarenakan orang kulit putih takut menikah dengan orang kulit hitam, soalnya nanti keturunannya akan mempunyai warna kulit belang seperti Zebra.

Yang kita bahas bukan itu, Yanindra.

Tapi ini duittheid, Yanindra. Pembedaan derajad manusia berdasarkan duit yang dimiliki. Kamu bisa lihat di kantor-kantor yang melayani kepentingan umum, entah itu kantor desa, kecamatan, petugas pajak sepeda motor, entah apapun. Orang-orang yang memiliki duit akan dilayani beda dengan orang-orang yang nggak berduit. Dimana pun berada, mesti seperti itu, Yanindra. Jabatan pegawai negeri sekarang juga diperoleh bukan karena kemampuannya, Yanindra, melainkan karena membeli jabatan. Nah orang-orang yang membeli jabatan inilah kemungkinan dikemudian hari akan melakukan tindakan korupsi.

Orang-orang berduit yang serakah akan selalu menumpuk-numpuk kekayaannya. Mereka sudah kaya menurut orang lain, akan tetapi menurut mereka sendiri belum. Orang-orang yang berduit bisa melakukan apa saja, Yanindra. Jabatan bisa dibeli, Hukum bisa dibeli, hingga pertandingan sepak bola bisa dibeli, terus apa yang tidak bisa dibeli dinegeri ini???

Tapi hati mbak-mbak gemes, itu pasti nggak bisa dibeli. Itu lho, Yanindra, mbak-mbak gemes yang kalem itu.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s