qBeberapa hari yang lalu saat aku melihat acara berita di televisi melihat debat yang sangat sengit Yanindra. Dua orang tokoh sama-sama berbaju kuning beragumen bebas lepas tanpa menghiraukan si pembawa cara Yanindra. Mereka seolah berebut kesempatan untuk berbicara tanpa memberikan kesempatan yang lain untuk berbicara. Kedua tokoh berbicara secara mengebu-gebu seperti anak kecil yang sedang bertengkar. Pada saat itu ada yang menarik dari statement yang dikelurkan oleh salah satu tokoh Yanindra, bahwa munas yang ada di Ancol itu munas abal-abal.

Sejurus kemudian, kenangan nostalgiaku pada masa lalu mengingatkanku dengan sebuah keluarga buatan yang aku buat bersama teman-temanku saat kuliah dulu. Aku sebut keluarga buatan karena ini bukanlah keluarga asli yang diturunkan berdasarkan faktor biologis, melainkan keluarga yang terjadi sedemikian rupa karena kami selalu bersama-sama. Namanya kalau nggak salah, hampir sama dengan yang diungkapkan oleh tokoh berbaju kuning yang dulu sempat lama berbaju hijau, abal-abal. Nama lengkap keluarga kami, the big family of abal-abal. Bedakan antara abal-abal dengan laba-laba Yanindra. Karena sebagian pihak mengira bahwa nama group kami ini laba-laba, tapi bukan Yaninda, kami itu abal-abal.

Sekarang ini memang seperti itu Yanindra, banyak orang-orang yang gontai-ganti baju, dulunya hijau menjadi kuning, terus ada yang dulunya kuning menjadi biru. Banyak hal seperti itu Yanindra, menandakan bahwa memang benar, di dunia ini tidak ada yang abadi. Semua bakal berubah,yang hari ini pacar, mungkin hari esok nanti berubah mantan. Kamu jangan keseringan gonta-ganti pacar lho Yanindra, nggak baik bagi kesehatan pikiran…heoheoheo

The big family of abal-abal itu seperkumpulan anak-anak gembel dari berbagai daerah yang berkumpul menjadi satu kesatuan, dan kemudian mendeklarasikan bahwa mereka adalah satu keluarga, sehingga konsep komunisnya mulai keluar, sama rasa sama rata. Kami bersembilan kemana-mana selalu bersama Yanindra. Saat duduk dikampus, terus makan siang, sampai acara dikontrakan, biasanya sih dihabiskan untuk main kartu, kami selalu bersama-sama. Pemisah antara kami adalah hari libur kuliah dan bila malam telah tiba. Kadang aku sampai berpikir segila itukah aku zaman dahulu Yanindra.

Percekcokan antara kami sering terjadi akan tetapi cepet berdamai. Nggak perlu ke mahkamah partai atau sampai kemunkumham, kami menyelesaikan masalah kami dengan cara kami sendiri Yanindra, musyawarah. Setiap kami berkumpul suasana menjadi sangat ramai, penuh dengan gelak tawa dimana-mana. Hingga kadang membuat tetangga kontrakan marah-marah gara-gara suara kami menganggu tidur anaknya yang masih kecil. Untuk beberapa hari, kami akan tobat, akan tetapi lama kelamaan penyakit itu akan datang kembali.

Kalau menurut pendapatku sih, kamu harus cari teman sebanyak-banyaknya Yanindra. ingat pepatah yang diungkapkan oleh leluhurku, banyak teman banyak rezeki. Aku mempunyai banyak teman itu rasanya segala sesuatu menjadi mudah Yanindra. Serius, aku masih ingat dulu ketika mendapatkan tugas kuliah, yang lain mengerjakan beberapa hari, aku dan beberapa temanku itu cuman mengerjakan kurang dari sepuluh menit. Cuman copy paste dan mengedit dari teman dalam satu keluarga, biasanya yang rajin mengerjakan tugas itu anak perempuan. Hingga aku ujian tugas akhir, semua diselesaikan oleh teman-temanku, Yanindra. keren kan

Tapi kami sekarang sudah tidak sama-sama lagi Yanindra. Kami sudah dipisahkan oleh kepentingan masing-masing, namun terkadang kami masih bisa berkumpul bareng lagi. Saat berkumpul itulah kami mengingat moment-moment berkesan ketika dulu masih kuliah. Suka dan duka kami jalani bersama, walau halangan rintangan membentang tak jadi masalah dan tak jadi beban pikiran. Kami kadang saling berkomunikasi menanyakan kabar masing-masing, ada kerinduan diantara kami untuk sesekali berkumpul lagi, dalam sebuah acara reuni dari the big family of abal-abal.

Kalau menuruku memang benar Yanindra, Monas di Ancol itu Monas abal-abal. Monas yang asli yang itu lho yang dulu tempatnya disebut lapangan IKADA, bukan di Ancol

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s