ibuSelamat hari ibu, Yanindra.

Emangnya kamu nggak tahu hari ini tanggal berapa? Hari ini itu kalau nggak salah tanggal 22 Desember. Pada tanggal tersebut, di negera kita yang tercinta itu kan diperingati sebagai hari ibu. Mosok sebagai calon seorang ibu, kamu nggak mengetahu hal tersebut, Yanindra. Kamu seperti kebanyakan orang di nusantara, yang nggak mau belajar sejarah. Kamu seperti kebanyakan orang yang mengangga sejarah itu masa lalu biarlah berlalu. Mbokyo menjadi manusia yang special, Yanindra. Jangan hanya ikut-ikutan orang lain, kalau bisa menentang arus.

Hari ibu itu lebih terkenal dibandingkan hari bapak lho, Yanindra. Mesti kamu juga nggak tahu kapan itu hari bapak, lha wong hari ibu saja nggak tahu gitu. Hari bapak itu kalau nggak salah 13 November, Yanindra. Tapi hari bapak ini jarang terdengar di telinga banyak orang. Mungkin segelintir orang yang tahu kalau ternyata ada hari bapak. Soalnya di negara kita itu nggak mengenal bapak pertiwi, bapak jari, bapak kota, bapak pati. Mereka kenalnya ibu pertiwi, ibu jari, ibukota, bu pati. Jadi wajar saja kalau hari bapak terlupakan. Yang terpenting, kamu nggak lupa dengan lelaki berkumis tebal itu, Yanindra.

Heuheuheu

Kalau dirunut sejarah ada sebuah peristiwa yang berkaitan dengan ibu-ibu pada tanggal 22 Desember tersebut, Yanindra. Ibu-ibu zaman dahulu itu lebih gemesin dibandingkan ibu-ibu pejabat saat ini, Yanindra. Ibu-ibu yang memakai kebaya itu mau memikirkan nasib bangsa untuk memperoleh persamaan derajad dengan kaum pria. Kalau ibu-ibu pejabat yang sekarang ini sibuk untuk menghabiskan uang korupsi dari suami, meski itu nggak semua ibu pejabat seperti itu, Yanindra. Jadi kamu jangan takut menjadi istri seorang pejabat.

Pada tanggal tersebut, tepatnya tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta berlangsung Kongres Perempuan I. Pada kongres tersebut memperjuangkan emansipasi wanita yang dulu pernah dituliskan RA Kartini dalam suratnya. Begini Yanindra, wanita zaman dahulu itu beda dengan wanita zaman sekarang. Jangankan jadi presiden seperti mbak Mega, keluar rumah diwaktu senja saja nggak boleh. Jangankan menjajakan diri menjadi pekerja seks komersial seperti selebritis yang bertarif 65 juta sekali kencan, wong mereka ketemu pria saja malu kok.

Wanita dahulu sebelum adanya emansipasi, hidup mereka hanya berkecimpung ditiga tempat kalau orang Jawa bilang 3ur, dapur, sumur lan kasur. Memasak, mencuci dan menemani tidur, itu kira-kira wanita zaman dahulu. Jadi kalau kamu tidak menjumpai wanita zaman dahulu tidak ada di dapur memasak, mungkin sedang di sumur untuk mencuci, kalau nggak gitu mungkin sedang di tempat tidur. Mudah sekali mencari wanita zaman dahulu. Beda dengan zaman sekarang. Banyak tempat yang bisa dikunjungi oleh para wanita, Yanindra. Paling dari ketiga tempat itu yang paling senang kamu kunjungi adalah kasur, iya kan Yanindra?

Kembali ke masalah ibu

Ibu ku itu wanita yang luar biasa, Yanindra. Satu rumah beliaulah yang berjenis kelamin wanita. Sehingga semua pekerjaan wanita, beliaulah yang mengerjakan. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, banyak pekerjaan yang harus beliau selesaikan. Dar memasak, mencuci, menyapu dan masih harus pergi ke ladang membantu bapakku. Benar-benar wanita yang luar biasa, Yanindra. Satu rumah tanpa ada beliau apa jadinya aku. Aku bisa tumbuh menjadi pria tertampan nomor dua di dunia ya gara-gara beliau. Beliaulah wanita paling berjasa dalam hidupku. Semoga kesehatan dan kebahagiaan selalu terlimpahkan oleh Tuhan kepada beliau. Amin

Kalau ibu mu gimana, Yanindra???

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s