doniDulu waktu masih kuliah, aku hobby sekali maen futsal, Yanindra. Hampir dalam satu minggu itu entah sekali atau dua kali, aku pasti maen futsal bersama teman-temanku. Yo nggak apa-apalah, Yanindra, apa sih salahnya maen futsal? Yang salah itu seperti wakil rakyat itu lho yang maen mata alias kong kalikong guna mengamankan kedudukannnya. Guna mendapatkan keuntungan pribadi yang sebesar-besarnya. Coba suruh saja mereka maen futsal, aku jamin mereka tidak akan bisa. Kalau maen anggaran pembangunan itu keahlian mereka, Yanindra.

Dulu, kami satu angkatan memiliki sebuah tim futsal. Ya jelas saja, kami bukan pemain professional, Yanindra. Kami maen futsal hanya untuk maen-maen semata, bukan nantinya kami jadikan sumber matapencaharian. Kalau mengurus masalah rakyat, itu baru nggak boleh maen-maen, Yanindra. Mensejahterakan kehidupan bangsa, merupakan salah satu tujuan berdirinya republic ini yang digagas oleh the founding father. Pak presiden sudah menekankan untuk kerja, kerja dan kerja. Jadi sudah nggak boleh lagi saat sidang kok malah tidur. Harus serius demi kepentingan rakyat banyak, bukan hanya golongan atau partainya belaka.

Kami memiliki sebuah tim futsal, Yanindra. Namanya Abal-Abal, nama yang keren kan, Yanindra???

Abal-abal itu hanya nama belaka, Yanindra. Nama itu tidak berpengaruh terhadap prestasi kami di lapangan. Buktinya dengan menyandang nama Abal-Abal itu ternyata kami mampu berprestasi. Kami mengumpulkan banyak piala, Yanindra. Padahal kalau dipikir-pikir, kami itu mahasiswa sejarah, akan tetapi kemampuan kami dalam bermain futsal tidaklah Abal-Abal. Abal-Abal itu hanya nama klub kami, Yanindra. Buktinya kami bisa berprestasi banyak dikancah per-futsal-an kampu. Kalau creen di pelabuhan yang diimpor dari Cina itu Abal-Abal, Yanindra.Meskipun katanya kualitas bagus, akan tetapi tidak sekeren namanya. Beda dengan kami. Biaya belinya mahal, akan tetapi tidak berguna. Bukankah itu pemborosan dana, Yanindra???

Permainan tim kami tidaklah menghibur, Yanindra. Permainan yang cenderung monoton, kami tidak bermain cantik kayak yang orang-orang suka. Kami bermain bertahan, setiap bola yang ada dipertahanan tim kami, langsung kami tending ke depan. Gaya bermain sepak bola kick and rush, itulah gaya kami, Yanindra. kami bisanya menerapkan strategi bermain, satu kipper, tiga defender dan satu striker. Seharusnya permainan futsal yang professional tidak seperti itu, Yanindra. Semua pemain harus bergerak, tidak terpaku dengan posisi, kecuali kipper. Sekali lagi aku tekankan, Yanindra, kami bukanlah tim professional.

Nah diposisi striker itulah tempatku berada, Yanindra. Pemain bernomor punggug 9, tertulis nama “Elnino” itu adalah aku, Yanindra. Striker yang haus akan gol, akan tetapi tidak haus jabatan, itulah aku, Yanindra. Hampir sebagian besar gol yang dicetak tim ku adalah hasil dari olah kaki ku, Yanindra. Teman-teman satu tim sudah mempercayakan urusan mencetak gol padaku. Pemain yang lain bertugas untuk mengamankan gawang dari serangan lawan. Kami saling mempercayai satu dengan yang lain. Pemain yang lain tidak iri kalau aku mencetak gol, karena gol ini merupakan hasil kerjasama tim. Kalau di dunia politik itu sulit untuk mempercayai, Yanindra, untung ini dunia futal jadi ya berbeda.

Kalau kamu nonton futsal yang mana tim Abal-Abal bermain, sebut namaku Elnino, Yanindra.

Pemilik nomer keramat seorang striker, nomer 9. Striker tertampan nomer dua di dunia. Striker yang haus gol, bukan haus kekuasaan.

Kok el Lino?

Siapa itu, Yanindra???

Iklan

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s