natasha-annestessya-sosok-perempuan-penenunSekarang itu banyak kita jumpai orang-orang yang sudah mulai merubah penampilannya, Yanindra. Kemarin aku lihat mbak-mbak gemes, dulunya tidak memakai jilbab, memakai jilbab tersenyum padaku. Sempat aku sejenak berpikir siapa mbak-mbak tersebut. Apakah aku mengenalnya, dan begitu sebaliknya, apakah mbak-mbak tersebut mengenal mbak-mbak lain yang ada di dalam uang lima ribuan itu. Kalau kamu perhatikan, mbak-mbak yang digambar dalam uang lima ribuan itu juga memakai penutup kepala lho Yanindra. Kamu nggak pingin seperti mbak-mbak tersebut???

Fenomena perbaikan penampilan yang agamis itu ternyata juga dibarengi semakin rusaknya moral manusia bangsa ini, Yanindra. Penampilan yang agamis belum tentu menjamin seseorang untuk berperilaku yang agamis. Orang-orang yang memiliki jenggot tebal dan selalu memakai peci, belum tentu tidak doyan korupsi. Dan jangan kita menggeneralisasi orang-orang urakan seperti aku ini tidak tahu menahu tentang agama. Tentang bagaimana seharusnya kita hidup di dunia ini. Banyak orang lebih mengutamakan kepentingan penampilan fisik dan melupakan isi dari hati.

Kamu bisa melihat fenomena ini dimana-mana, Yanindra.

Banyak wanita yang menutup kepalanya, yang katanya merupakan perintah agama. Mereka mengedepankan yang penting wujudnya baik, kemudian baru isinya. Isi itu persoalan setelah masalah wujud terselesaikan. Kalau wujud sudah agamis, tinggal menata untuk hati menuju manusia yang shaleh. Memang sulit menjadi manusia yang sempurna, Yanindra, yang penting sudah berusaha untuk menup bagian tubuh. Tuhan sudah mengkodratkan seperti itu, hanya manusia diberikan kesempatan untuk selalu berusaha untuk menjadi lebih baik.

Orang yang berpadangan seperti itu sah-sah saja, Yanindra. Terus kita tidak bisa menghujatnya dan mengatakan bahwa isi lebih penting dari bungkus. Bungkus itu hanya urusan duniawi, sedangkan isi itu berkaitan dengan kehidupan yang akan nanti setelah kita mati. Pada saat kita mati nanti, bungkus yang dipelihara sepanjang waktu akan membusuk di dalam tempat peristirahatan terakhir. Sedangkan isi, yakni roh akan berpulang kepada sang pencipta, yakni Tuhan yang maha kuasa. Nah saat itu bungkus sudah tidak berguna, melainkan isi yang dinilai.

Banyak wanita-wanita yang menutup bagian atasnya, dan membuka bagian bawahnya. Wanita-wanita yang menutup kepalanya, dengan dalih menjalankan agama, malah mengumbar bagian bawahnya. Kamu seringkan, Yanindra, melihat mbak-mbak yang memaki penutup kepala kemudian menggunakan baju ketat dan celana yang ketat pula hingga terlihat jelas bentuk tubuhnya. Kalau mereka duduk harus merapikan dulu baju dan celana bagian belakangnya agar celana dalamnya tidak kelihatan. Meraka berbaju dan bercelana, akan tetapi seolah-olah telanjang. Hal itulah yang membuat aku semakin gemes.

Ya mbokyao, kalau sudah menutup kepala, pakian dan celananya itu lho agak longgaran sedikit. Biar tubuhnya tidak dipertontonkan pada khalayak umum. Orang-orang itu entah sadar atau tidak, sebenarnya sudah mempertontonkan kepada khalayak umum bentuk tubuhnya. Mereka menutup bagian atas, malah membuka bagian bawah. Padahal kepalanya sudah memakai penutup kepala, mbok yao bagian intim yang lain itu ditutup. Lelaki itu tertarik pada lawan jenis, karena lawan jenis memiliki yang tidak dimiliki oleh lelaki. Nah yang tidak dimiliki lelaki itulah seharusnya ditutup rapat-rapat kemudian nanti dihadiahkan bagi lelaki yang sah dan halal untuk menikmatinya.

Jangan mengira wanita yang memakai tutup rambut itu tahu agama lho Yanindra. Paling wanita tersebut hanya tahu dalil atau perintah tentang menutup rambut, akan tetapi tidak tahu dalil-dalil yang lain. Pandangan meraka mungkin masih sempit, jadi hanya tahu masalah agama ya masalah menutup rambut. Menutup aurat itu bukan hanya menutup rambut. Dan berbagai alasan selain agama juga menjadi dalih banyak wanita yang memakai penutup rambut. Jangan-jangan alasan mereka menutup rambut karena dimarahi orang tua. Jangan-jangan mereka hanya ikut-ikutan teman. Jangan-jangan mereka hanya ikut trend masa kini.

Maaf Yanindra, bila aku sedikit mengguruimu. Aku sih setuju dengan kamu kok. Meski kamu tidak memakai penutut rambut, akan tetapi hatimu selalu kamu bungkus dengan kebaikan. Kamu selalu menjaga harga dirimu. Dan kamu juga tidak mempertontonkan apa yang kamu miliki kepada setiap laki-laki. Semua yang kamu miliki akan selalu kamu berikan kepada Dia.

Kamu belum tahu ya Yanindra siapa mbak-mbak gemes yang memakai penutup kepala pada gambar uang lima ribuan???

Namanya Natasha Annestessya

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s