tampanSambil menikmati segelas teh hangat, dari tadi aku sibuk membalas sms dan sesekali BBM, Yanindra. Dan pastinya sms dan BBM ini bukan dari mu. Semenjak Raker partai bermoncong putih itu kamu sudah nggak ada kabar kepadaku. Semenjak pak presiden tampil seperti layaknya stand up di depan kader partai yang menggunakan warna kebanggaan merah itu, sms yang aku kirim nggak kamu balas, Yanindra. Hal itu membuat aku tidak lagi sms kamu, takutnya kamu terganggu. Sms itu dari seorang ABG, Yanindra.

Beberapa hari ini, hp ku sering bergetar pertanda adanya sms. Sekali lagi, ini bukan sms dari kamu, Yanindra. Tapi ini dari seorang ABG yang ku kenal beberapa bulan yang lalu. Saking rajinnya sms, kemarin itu dalam satu hari aku dengan ABG itu berkirim pesan sampai tiga puluh dua sms. Coba bayangkan saja, tiga puluh dua sms dengan wanita yang sama. Materi sms juga banyak sekali, nggak harus melulu masalah cinta, tapi membahas politik asyik.

ABG disini bukan berarti anak baru gede lho, Yanindra. Memang sih usianya lebih muda dari ku, akan tetapi secara pikiran, wanita itu sudah dewasa. ABG itu juga bukan berarti ABRI, Birokrasi dan Golkar yang menopang Orde Baru hingga berkuasa kurang lebih tiga dasawarsa. ABG yang dulu mampu menciptakan stabilitas politik dan stabilitas ekonomi, meskipun dengan jalan pemaksaan. Makanya kemudian muncul istilah ABS, asal bapak senang. ABG disini bukan seperti ABG pada masa lalu, Yanindra.

Anak Baru Gemesin

Itu kira-kira kepanjangan dari ABG. Jangankan membawa kestabilan, ABG ini malah membuat ku tidak bisa tertidur nyenyek, Yanindra. Rasanya ingin segera pagi, dan ingin berjumpa dengannya, Yanindra. heuheuheu

***

Bagaimana tidak gemesin, Yanindra. lha wong baru kenal saja akrabnya sedemikian rupa lho. ABG yang ini benar-benar polos, penuh akan keterusterangan yang sangat langka dalam dunia saat ini. ABG ini nggak seperti politisi yang mendadak baik menjelang pemilu. Nggak seperti seseorang yang tiba-tiba akrab padamu, dan meninggalkanmu setelah apa yang diinginkan dari telah diperoleh. Itu kira-kira pandangan awalku tentang ABG yang ini, Yanindra. Mungkin butuh waktu juga untuk membuktikan pandanganku ini benar.

Setiap malam seperti ini biasanya ABG tersebut sms aku, Yanindra. Meski hanya sekedar basa-basi belaka, seperti menanyakan lagi apa, sudah makan apa belum, kalau mau tidur berdoa lebih dahulu. ABG ini juga yang menyuruhku beribadah lebih giat, Yanindra. Setiap waktunya sholat subuh, mesti ABG ini membangunkanku, atau kalau saat puasa senin kamis, mesti ABG in isms kalau nggak telpon untuk membangunkanku makan sahur. Bukankah itu benar-benar gemesin, Yanindra???

Kalau ABG tempoe doloe saat bapak-bapak pemilik senyum itu berkuasa, ABGnya beda, Yanindra. “A”nya itu Angkatan Militer yang memiliki peran ganda dalam bidang politik dan pertahanan, “B”nya itu Birokrasi, para pejabat yang penuh diliputi dengan korupsi kolosi dan nepotisme, dan “G”nya itu adalah partai politik yang kini sudah pecah belah, banyak para petingginya keluar dan mendirikan partai baru, malah sekarang ini partai tersebut terjadi dualisme kepemimpinan antara Munas Bali dan Munas Ancol. Akan tetapi sebenarnya tiga kekuatan itu masih kuat dan berpengaruh sampai saat ini, Yanindra.

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s