Guru tampanKemarin saat aku melihat televisi di rumah tetanggaku, sempat aku melihat tayangan bahwa guru-guru melakukan demo. Kalau biasanya yang sering kita lihat adalah para buruh yang demo untuk menaikkan upah minimum kerja. Biasanya yang sering demo itu para mahasiswa, yang menuntut ini itu sambil membakar ban di tengah jalan. Kalau nggak gitu biasanya demo itu terjadi saat kenaikan harga bbm. Segenap lapisan organisasi melakukan demo kepada pemerintah. Kalau kami sebagai petani jarang sekali melakukan demo, Yanindra. Kalau kami disibukkan dengan demo, terus siapa yang akan mengolah lahan kami. Makanya sangat jarang kalau petani itu demo meski sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil.

Saat harga bensin naik, biasanya para mahasiswa, pengusaha dengan pegawai negeri melakukan demo. Sementara saat yang mengalami kenaikan itu gajinya, mereka hanya mesam-mesem. Kalau kami jadi petani, saat awal tanam harga benih dan pupuk naik, kami nggak demo. Dan ketika panen harga hasil pertanian turun, kami juga hanya diam. Kami sebagai petani kecil menikmati apa yang Tuhan anugrahkan kepada kami. Meskipun terkadang hidup hanya gali lubang tutup lubang, saat awal panen modal dari hutang, setelah panen melunasi hutang, awal panen kembali mencari utangan. Hidup itu pandai-pandainya bersyukur, Yanindra.

Tapi kami beda dengan guru, Yanindra. Kami hanyalah petani, lebih tepatnya lagi kami hanya buruh tani. Beban yang dipikul oleh guru itu lebih berat, daripada kami. Kalau keluarga kami, paling cuman mengurus kebutuhan anak kami, sedangkan guru selain mengurusi kebutuhan anak mereka, mereka juga harus mengurus anak orang lain. Wajar kalau sesekali mereka melampiaskan segala permasalahan dengan melakukan demo.

***

Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tujuan jelas dari negara yang ada dalam pembukaan UUD 1945, meski sedikit orang yang hafal dengan pembukaan tersebut. Upaya yang dilakukan pemerintah terus menerus dalam rangka memperbaiki kualitas pendidikan di tanah ibu pertiwi ini. Dari menggiatkan wajib belajar hingga sembilan tahun, pendidikan gratis, berbagai macam beasiswa bagi siswa yang berprestasi dan siswa miskin. Terus yang terbaru dikeluarkannya kartu Indonesia pintar. Berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah saat ini memiliki harapan besar, kelak semua kebijakan ini bisa bermuara pada generasi emas Indonesia.

Bagi tenaga pendidikan, pemerintah juga memberikan perhatian lebih. Adanya program sertifikasi guru, membuat orang sekarang berbondong-bondong mengambil jurusan kuliah pendidikan. Ada iming-iming besar dikemudian hari kalau menjadi seorang guru. Sudah menjadi pegawai negeri ditambah sertifikasi, nanti setelah pensiun mendapatkan dana pensiun. Ada jamina dihari tua, itulah yang diharapkan banyak orang selain juga mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa yang utama. Harapan hidup dimasa yang akan datang yang lebih baik itulah mengapa berbagai orang menginginkan menjadi pegawai negeri sipil.

Kalau sepengetahuanku, guru-guru yang demo kemarin itu guru-guru honorer Yanindra. Meski pengabdiannya mereka sudah lama, tapi sampai saat ini mereka belum bisa berstatus sebagai pegawai negeri. Ada yang sudah puluhan tahun dengan gaji hanya ratusan ribu. Mereka mengabdikan diri membangun negeri. Sungguh ironis, orang-orang yang baru lulusan kemarin sore bisa langsung menjadi pegawai negeri sipil, melalui jalur tes. Padahal mereka belum mengabdi sama sekali terhada negeri. Bahkan mungkin mereka belum tahu bagaimana kerja mereka. Kasihan guru-guru tua yang belum mendapatkan kesejahteraan.

Kesejahteraan guru merupakan hal penting yang tidak boleh dilupakan, Yanindra. Mana mungkin guru bisa fokus mendidik anak menjadi manusia yang cerdas, berkarakter kuat dan beraklhak mulia kalau kebutuhan mereka sendiri belum tercukupi.  Dengan gaji ratusan yang sebenarnya kalau dinalar, itu tidak cukup, akan tetapi buktinya selama ini mereka masih bisa bertahan hidup dengan bekerja serabutan. Memang kita tidak bisa menggenaralisir semua guru seperti itu. Manusia satu dengan manusia lain itu berbeda, Yanindra.

Wajar saja kalau para guru itu menggugat, Yanindra. Sekarang sudah nggak zaman lagi guru hanya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, sekarang sudah ganti guru sebagai pahlawan pembangun insan cendikia.

Kamu mau menjadi guru yang seperti itu, Yanindra???

About donipengalaman9

ingin seperti matahari bagi insan-insan yang terlena dalam gelapnya kebodohan

One response »

  1. […] Dan hasilnya sudah dapat dipastikan gagal total. Niatnya menggambar tangaku sendiri Yanindra, malah guruku bilang kalau gambar itu tangan bujel.Sebagai seorang gembel yang memiliki banyak kelemahan dan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s